Minggu, 22 Juli 2012

Iklim Dan Budaya Sekolah


Iklim Dan Budaya Sekolah

1.      Penciptaan dan pemeliharaan iklim yang kondusif untuk belajar
Beberapa upaya untuk menciptakan dan memelihara iklim yang lebih kondusif dalam suasana belajar diantaranya:
-          Menata ruangan terlebih dahulu dari segi kebersihan, kerapihan, dan keindahan. Hal ini diharapkan agar siswa betah di dalam kelas.
-          Mempersiapkan bahan atau alat peraga yang mendukung materi. Dengan tersedianya alat peraga, akan lebih memantapkan dan konsentrasi siswa lebih terarah.
-          Memberikan variasi belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Guru harus mampu mengukur sejauh mana kesenangan siswa terhadap pelajaran yang disampaikan, sehingga penyampaian materi tidak jenuh bagi siswa.
-          Membuat variasi tempat duduk bagi siswa. Siswa tidak selamanya atau tiap hari hanya dengan teman yang itu-itu saja. Tetapi mereka diacak tempat duduknya sesuai dengan kemampuan siswa terhadap materi.
-          Membuat tata tertib yang disesuaikan dengan proses kegiatan belajar mengajar. Baik sebelum masuk, ketika belajar, dan sebelum pulang sekolah.

2.      Penciptaan norma dan kebiasaan yang positif
Menciptakan norma dan kebiasaan yang posotif dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, perlu ditanamkan sejak dini, dari mulai kepala sekolah, guru, sampai siswanya. Apabila sudah dibiasakan setiap hari berprilaku positif, hal ini akan terus berkembang menjadi budaya yang melekat pada jiwa warga sekolah. Contoh perilaku yang positif diantaranya ketika datang dan pulang sekolah selalu bersalaman, mengucapkan salam ketika keluar masuk ruangan, membaca do’a sebelum belajar dan sebelum pulang, dan masih banyak lagi perilaku yang lainnya.
Namun terkadang dalam suatu sekolah menciptakan norma dan kebiasaan yang positif sulit untuk dilaksanakan. Hal ini dikarenakan budaya atau norma yang sudah melekat dalam SD tersebut sulit untuk dihilangkan, dan memerlukan jangka waktu yang lama serta proses yang bertahap. Tidak mungkin langsung mencapai dan menuju sasaran yang diharapkan.

3.      Penciptaan hubungan dan kerjasama yang harmonis, yang didasari oleh sikap saling menghargai satu sama lain.
Kodrat ilahi menciptakan mahluknya sangat beragam, tidak ada satupun di dunia ini yang hampir sama. Seperti sifat dan sikap manusia yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itulah manusia harus saling menghargai satu sama lain. Jangan sampai terpecah belah karena perbedaan yang sepele.
Di sekolah perbedaan antar guru pasti ada, begitu pula dengan kemapuan siswanya. Menciptakan hubungan dan kerja sama yang harmonis dikalangan guru maupun siswanya sangat diperlukan. Hal ini untuk menjaga nama baik sekolah, dan nama baik pribadi warga sekolah. Kekurangan dan kejelekan seorang guru, siswa, keadaan sekolah, jangan dibicarakan di depan umum untuk menghindari kecorengan sekolah.
Seorang guru juga harus mampu menghargai perbedaan kemampuan dikalangan siswanya. Tidak semua siswa atau tidak selamanya siswa itu mampu menerima dan memahami setiap mata pelajaran yang disampaikan. Guru harus mengimbangi dan memberikan materi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger